Halaman

Sabtu, 09 Februari 2013

Larangan Beribadah Kepada Selain Allah


Larangan Beribadah Kepada Selain Allah



Sesungguhnya  Nabi  shallallahu  'alaihi  wa  sallam  menerangkan  kapada  manusia tentang macam-macam sistem  peribadatan  yang  dilakukan  oleh  manusia.  Diantara mereka  ada yang menyembah matahari dan bulan, diantara mereka ada pula yang menyembah orang- orang shaleh, para malaikat, para wali, pepohonan, dan bebatuan.
Mereka semua diperangi oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, dalilnya adalah firman Allah 
"Dan perangilah mereka sehingga tidak ada lagi fitnah, dan dien ini menjadi milik Allah semuanya."(Al-Baqarah:193)


Sedangkan  dalil  larangan  beribadah  kepada  matahari  dan  bulan  adalah  firman  Allah
"Dan sebagian dari tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah bersujud kepada matahari dan janganlah [pula] kepada bulan, tetapi  bersujudlah  kepada Allah Yang menciptakannya, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah."(Fushilat:37)
Dan  dalil  larangan  beribadah  kepada  orang-orang  shaleh  adalah:  
"Katakanlah:'Panggillah mereka  yang kamu  anggap  selain  Allah,  maka  mereka  tidak  akan  mempunyai  kekuasaan  untuk menghilangkan bahaya daripadamu dan tidak  pula memindahkannya'.  Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Rabb mereka siapa di antara mereka yang lebih dekat [kepada  Allah]  dan  mengharapkan  rahmat-Nya  dan  takut  akan  azab-Nya;  sesungguhnya  azab Rabbmu adalah sesuatu yang [harus] ditakuti. (Al-Ishra:56-57)
Adapun dalil tentang larangan beribadah kepada para malaikat adalah :
"Dan [ingatlah] hari [yang  di  waktu  itu]  Allah  mengumpulkan  mereka  semuanya  kemudian Allah berfirman  kepada malaikat:"Apakah  mereka ini dahulu menyembah kamu?" Malaikat-malaikat itu menjawab:"Maha Suci  Engkau.Engkaulah  pelindung  kami,  bukan  mereka; bahkan  mereka  telah menyembah  jin; kebanyakan  mereka beriman  kepada jin itu".Maka  pada hari ini sebahagian  kamu tidak berkuasa [untuk  memberikan] kemanfaatan  dan tidak pula kemudharatan  kepada sebahagian yang lain.Dan Kami katakan kepada orang-orang  yang zalim : "Rasakanlah olehmu azab neraka yang dahulunya kamu dustakan itu". (Sabaa': 40-42)
Larangan beribadah kepada para Nabi dalilnya:"Dan [ingatlah] ketika Allah berfirman :
"Hai 'Isa putera Maryam,  adakah kamu mengatakan kepada manusia:"Jadikanlah aku dan ibuku dua orang Ilah selain Allah". 'Isa menjawab:"Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku [mengatakannya]. Jika  aku  pernah mengatakannya maka tentulah Engkau telah mengetahui  apa  yang  ada  pada  diriku  dan  aku  tidak  mengetahui  apa  yang  ada  pada  diri-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib"Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku [mengatakannya] yaitu:"Sembahlah Allah, Rabbku dan Rabbmu", dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka. Maka setelah Engkau wafatkan (angkat) aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Meyaksikan atas  segala  sesuatu. Jika engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya adalah  hamba-hamba Engkau, dan jika Engkau mengampuni mereka, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (Al-Maidah:116-118)
Adapun dalil tentang larangan penyembahan terhadap pepohonan, bebatuan adalah hadits Abi Waqid Al-Laitsi, dia  berkata:  
" Kami keluar bersama  Rasulullah  shallallahu 'alaihi wa sallam  menuju  Hunain.  Kami adalah  para pemuda  yang  telah  mengenal  bentuk-bentuk kesyirikan.   Orang-orang  musyrik mempunyai tempat  duduk   untuk  beristirahat  dan menggantungkan  senjata.  Tempat  itu dikenal sebagai Dzatu Anwath.  Lalu kami melalui pohon  bidara  dan  [sebagian]  kami  mengatakan:  "Wahai Rasulullah,  buatlah bagi  kami Dzatu  Anwath  seperti  yang  mereka  (musyrikin)  miliki.  Maka  Nabi shallallahu  'alaihi  wa sallam bersabda: "Allahu Akbar, itu adalah assunnan (jalan), kamu kamu telah mengatakan -demi  dzat  yang menguasai  diriku-sebagaimana  yang  telah  dikatakan  oleh  Bani Israel kepada  Musa,  "Hai Musa, buatlah untuk kami sebuah ilah (berhala) sebagaimana mereka mempunyai  beberapa  ilah  (berhala)".  Musa menjawab:"Sesungguhnya  kamu  ini  adalah kaum yang  bodoh".   Sesungguhnya  mereka   itu  akan dihancurkan  kepercayaan   yang dianutnya dan akan batal apa yang selalu mereka kerjakan. Musa menjawab:"Patutkah aku mencari   Ilah  untuk   kamu   yang   selain   dari  pada  Allah,  padahal  Dialah yang  telah melebihkan kamu atas segala umat." (Al-A'raf:138-140)

 http://www.rumahislam.com/aqidah/35-tauhid/1069-larangan-beribadah-kepada-selain-allah.html

0 komentar:

Poskan Komentar

 
;